Categories Resensi

Enola Holmes 2: Menegakkan Keadilan di Balik Asap Pabrik

Saat para pekerja kecil diabaikan oleh hukum mampukah seorang detektif muda mengungkapkan kebenaran? Enola Holmes 2 menghadirkan kisah misteri yang diangkat dari peristiwa nyata, memadukan petualangan, kritik sosial, dan perjuangan menegakkan keadilan bagi mereka yang tak memiliki suara.

Judul : Enola Holmes 2

Genre : Misteri, Petualangan, Drama

Sutradara : Harry Bradbeer

Berdasarkan : Seri Novel The Enola Holmes Mysteries karya Nancy Springer

Durasi : 129 Menit

Dalam beberapa tahun terakhir, film bertema misteri semakin diminati, Karena tidak hanya menyuguhkan alur cerita yang menegangkan, tapi juga mengangkat berbagai isu sosial yang relevan. Enola Holmes 2  merupakan salah satu film yang berhasil memadukan unsur hiburan dengan kritik terhadap kondisi masyarakat. Diproduksi dan didistribusikan oleh Netflix, film ini merupakan sekuel dari Enola Holmes (2020) yang kembali menampilkan petualangan seorang detektif muda bernama Enola Holmes  yang berusaha membangun karirnya sendiri, agar bisa terlepas dari bayang-bayang sang kakak, Sherlock Holmes.

Dibandingkan dengan film detektif pada umumnya, Enola Holmes 2 menyajikan cerita yang terinspirasi dari peristiwa nyata, yaitu Match Girls Strike merupakan aksi mogok kerja buruh perempuan di London pada tahun 1888. Aksi tersebut dipicu karena buruknya kondisi para buruh pabrik korek api yang setiap hari terpapar fosfor putih,  merupakan zat berbahaya yang dapat menyebabkan penyakit serius. Berdasarkan latar sejarah tersebut, film ini tidak hanya menawarkan misteri yang menarik, tetapi juga memperlihatkan perjuangan kaum pekerja dalam memperoleh hak-hak mereka.

Kisah Enola Holmes 2 ini berfokus pada Enola Holmes yang diperankan oleh Millie Bobby Brown, seorang detektif muda yang menerima kasus pertamanya dari seorang gadis bernama Bessie yang diperankan oleh Serrana Su-Ling Bliss. Bessie meminta Enola menemukan kakaknya, Sarah Chapman, yang menghilang secara misterius setelah bekerja disebuah pabrik korek api. Pada mulanya, kasus tersebut tampak sederhana, tetapi penyelidikan Enola justru membawanya pada konspirasi besar yang melibatkan pemilik perusahaan, pejabat berpengaruh, hingga pihak-pihak yang berusaha menutupi kematian para pekerja akibat paparan fosfor putih.

Dalam penyelidikannya, Enola dibantu oleh Tewkesbury yang diperankan oleh Louis Partridge, merupakan sahabat sekaligus bangsawan muda yang selalu mendukung perjuangan Enola Holmes. Disisi lain, Sherlock Holmes yang diperankan oleh Henry Cavill juga menghadapi kasus berbeda, tetapi ternyata masih berkaitan dengan dengan penyelidikan Enola. Dengan Pertemuan dua kasus tersebut membuat kakak beradik Holmes bekerja sama untuk membongkar jaringan kejahatan yang jauh lebih besar dari yang mereka bayangkan. Kerja sama yang mereka lakukan menjadi salah satu daya tarik utama film karena menampilkan keseimbangan antara kecerdasan, keberanian, dan hubungan kekeluargaan yang hangat.

Seiring berkembangnya penyelidikan, Enola menemukan petunjuk bahwa hilangnya Sarah bukanlah peristiwa biasa, Karena Sarah berusaha mengungkap fakta mengenai penggunaan fosfor putih di pabrik yang menyebabkan banyak pekerja jatuh sakit hingga meninggal dunia. Demi melindungi reputasi dan mempertahankan keuntungan perusahaan, pihak perusahaan berusaha membungkam siapapun yang mengetahui kebenaran. Upaya yang dilakukan mulai dari intimidasi, pembunuhan, hingga penghilangan barang bukti yang berkaitan dengan kejahatan terhadap para pekerja. konflik ini menunjukkan bagaimana kepentingan ekonomi seringkali mengorbankan keselamatan para pekerja. 

Meskipun berlatar abad ke-19, film Enola Holmes 2 mengangkat persoalan yang masih relevan hingga saat ini, seperti eksploitasi pekerja, lemahnya keselamatan kerja, serta penyalahgunaan kekuasaan yang masih menjadi tantangan di berbagai negara. Seperti yang tercermin dalam tragedi Rana Plaza di Bangladesh pada 2013. Sehari sebelum bangunan tersebut runtuh, telah ditemukan retakan besar dan pemerintah telah memerintahkan untuk evakuasi. Namun, para pekerja pabrik garmen tetap diminta kembali bekerja dan dalam beberapa kasus bahkan diancam kehilangan pekerjaan apabila tidak masuk. Keesokan harinya, bangunan tersebut runtuh dan menewaskan lebih dari 1.100 pekerja serta melukai lebih dari 2.500 orang. Oleh karena itu, Enola Holmes 2 tidak hanya menjadi film hiburan, tetapi juga menggugah penonton untuk memahami pentingnya perlindungan hak-hak pekerja dan tanggung jawab perusahaan terhadap keselamatan para pekerja.

sementara alur cerita yang dipenuhi berbagai petunjuk dan plot twist membuat penonton terus penasaran hingga akhir film.Selain alur cerita yang menarik, film ini didukung oleh akting para pemain yang sangat baik seperti Millie Bobby Brown mampu menampilkan karakter Enola yang cerdas, berani, tetapi tetap menunjukkan sisi rentan ketika menghadapi tekanan dalam penyelidikannya. Serta Sinematografi yang menggambarkan suasana London pada era Victoria terasa autentik.

Meski demikian, terdapat beberapa adegan perkelahian hingga adegan  pembunuhan yang mungkin kurang sesuai bagi penonton dibawah umur tanpa adanya  pendampingan orang dewasa. Selain itu, alur penyelidikan yang cukup kompleks membuat penonton perlu memperhatikan lebih detail  setiap adegan  agar dapat mengikuti perkembangan dalam cerita dengan baik.

Secara keseluruhan, Enola Holmes 2 merupakan film misteri yang berhasil memadukan hiburan dengan pesan sosial yang kuat. Film ini tidak hanya menyajikan kisah detektif yang penuh teka-teki, tapi juga mengangkat isu mengenai hak-hak pekerja, keselamatan kerja, dan pentingnya keberanian untuk melawan ketidakadilan. Dengan cerita yang menarik, akting yang solid, serta kritik sosial yang relevan, Enola Holmes 2 layak menjadi tontonan yang menghibur sekaligus membuka wawasan penonton mengenai pentingnya menegakkan keadilan bagi semua orang

Referensi : “Whoever Raises their Head Suffers the Most”: Workers’ Rights in Bangladesh’s Garment Factories | HRW 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *