“PESTA 2026 mengedepankan integritas kepemimpinan, yang dimana kami menginginkan maba dan miba nanti menjadi pemimpin yang berintegritas dan tidak menjadi public enemy” Tegas Andhi Ketua SC Pesona Ta’aruf 2026
Yogyakarta-Keadilan. Kala itu, di antara embun pagi yang belum mengering jalan kaliurang KM 14,5 telah dipenuhi riuh euforia dari mahasiswa dan mahasiswi baru Universitas Islam Indonesia (UII). Hari terakhir pesona ta’aruf 2026 pada Sabtu (5/9/2026) menjadi ujung cerita dari rangkaian kegiatan pesona ta’aruf yang telah berlangsung selama 3 hari. Derap langkah dari mahasiswa dan mahasiswi baru mulai terdengar di area Boulevard UII, mereka berjalan menuju lokasi screening dengan langkah yang masih berpencar. Hingga terdengar teriakan dari pemandu barisan “Jangan jalan di tengah jalan, semua merapat ke pinggir!”. Teriakan itu membuat langkah mereka perlahan berubah, langkah yang semula berpencar mulai merapat ke sisi jalan dan bergerak menuju lokasi screening untuk menjalani pemeriksaan barang bawaan dan penampilan sebelum memasuki area kegiatan.

Setelah melewati screening, mahasiswa dan mahasiswi baru diarahkan menuju titik yang telah ditentukan bagi masing-masing jamaah. Mereka melakukan absensi sembari menunggu peserta lainnya berkumpul. Ketika seluruh peserta telah hadir, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan show up lembaga khusus (LK) HIMMAH, KOPMA, Marching Band dan MAPALA. Melalui presentasi dan berbagai penampilan, masing-masing lembaga memperkenalkan kegiatan serta kemampuan yang menjadi ciri khas mereka.
Matahari kian meninggi, rangkaian acara pun mulai berganti. Area Boulevard UII perlahan dipenuhi stand bazar Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Lembaga khusus. Riuh suara promosi dari setiap stand bersahutan, menawarkan berbagai kegiatan kepada mahasiswa dan mahasiswi baru yang diberi waktu untuk bertanya dan mengenal lebih dekat setiap UKM maupun LK. Waktu dua menit yang diberikan untuk melihat setiap stand membuat pergerakan mereka berlangsung cepat. Bahkan sebelum waktu genap dua menit, suara pemandu barisan telah terdengar, meminta jamaah berikutnya untuk segera bergantian agar antrean tidak semakin menumpuk.


Antrean yang bergerak berdasarkan urutan jamaah pun memanjang dan mengular di sepanjang boulevard UII hingga bertumpukan di depan gedung Auditorium Kahar Muzakir. Di tengah teriknya matahari dan banyaknya kerumunan, respons mahasiswa dan mahasiswi baru pun beragam. Ada yang teto antusias, tertarik mencari tahu tentang UKM dan LK yang mereka temui, sementara sebagian lainnya mulai kelelahan dan mengeluhkan panas yang menyengat.
Keramaian itu tak hanya diisi oleh mahasiswa dan mahasiswi baru. Para pengurus UKM dan LK terus berseru mempromosikan lembaga mereka, sementara divisi keamanan berjaga dan mengatur jalannya kerumunan agar tetap kondusif. Divisi kesehatan pun turut bersiaga menghadapi peserta yang mulai kelelahan hingga membutuhkan pertolongan. Beberapa ambulans terlihat hilir-mudik membawa peserta yang membutuhkan penanganan.
Sementara riuh bazar memenuhi boulevard, suasana berbeda berlangsung di Gedung Kahar Muzakir. Talkshow mengenai kemahasiswaan dan kelembagaan diikuti oleh mahasiswa dan mahasiswi baru dari dalam maupun luar gedung. Peserta yang berada di bagian depan masih mengikuti materi dengan seksama, sementara semakin kebelakang, beberapa mulai sibuk dengan dengan telepon genggam atau beristirahat. Mereka yang berada di luar gedung bahkan hanya dapat menunggu hingga rangkaian talkshow selesai, sementara pintu gedung tetap tertutup. Beberapa mahasiswa baru menyayangkan kondisi tersebut karena materi kemahasiswaan dinilai penting sebagai pembekalan awal masa perkuliahan.


Menjelang sore, rangkaian kegiatan kembali berganti. Sekitar pukul 16.00 WIB, mahasiswa dan mahasiswi baru diarahkan mengikuti manajemen dan simulasi aksi. Sebelum aksi dimulai, mereka terlebih dahulu dipantik untuk memahami isu yang akan dibawa. Pemantik membangun semangat dan keberanian mereka untuk menyuarakan apa yang hendak disampaikan. Setelah itu, mahasiswa dan mahasiswi baru di pencar ke beberapa titik sebelum akhirnya diarahkan menuju lokasi aksi.
Simulasi aksi diawali dengan kemunculan sebuah mobil membawa banner bertuliskan, “Rakyat Punya Suara, Ordal Punya Kuasa.” Kedatangannya menjadi penanda dimulainya aksi. Perwakilan dari setiap jamaah kemudian dipanggil untuk naik ke panggung dan menyampaikan orasi. Suara-suara lantang bergantian memenuhi area aksi “Hidup Mahasiswa!Hidup Perempuan yang melawan!” terdengar bersahut-sahutan. Tak hanya orasi, beberapa peserta turut menyampaikan keresahan melalui lantunan puisi. Namun, riuh aksi tak berlangsung lama. Sekitar dua puluh menit setelah dimulai, adzan maghrib terdengar dan menghentikan rangkaian simulasi aksi. Semangat yang sebelumnya dibangun perlahan meredup, seiring mahasiswa dan mahasiswi baru yang mulai kehilangan antusiasmenya setelah menjalani rangkaian kegiatan sejak pagi.


Setelah rangkaian kegiatan sepanjang hari, mahasiswa dan mahasiswi baru memasuki waktu Ishoma pada waktu maghrib hingga isya’. Usai jeda tersebut, rangkaian Pesona Ta’aruf kemudian memasuki upacara penutupan secara resmi. Penutupan berlangsung sebagaimana upacara pada umumnya, dengan penutupan simbolis uang diwakili oleh Wakil Rektor UII, Sekretaris Jenderal DPM UII, Sekretaris Umum UII, serta ketua Organizing Committee (OC). Di tengah suasana yang mulai dipenuhi rasa lelah setelah tiga hari mengikuti rangkaian kegiatan, penutupan justru menjadi penanda yang telah lama dinantikan. Begitu acara resmi berakhir, sorak dan wajah-wajah lega mulai bermunculan, seolah beban tiga hari yang mereka jalani akhirnya terlepas.
Namun, berakhirnya upacara penutupan bukan berarti malam telah selesai. Malam inagurasi menjadi bagian selanjutnya, ditandai dengan pembacaan sumpah mahasiswa serta ikrar kemahasiswaan UII yang dipimpin oleh DPM UII. Dalam suasana yang gelap, seluruh lampu dimatikan dan mahasiswa menyalakan flash mereka sembari mengucapkan ikrar. Setelah prosesi selesai, para mahasiswa dipersilakan untuk mengenakan almamater sebagai simbol bahwa mereka telah resmi bergabung sebagai bagian dari mahasiswa UII. Sorak-sorai pun pecah, merayakan satu titik yang selama tiga hari mereka nantikan “menjadi mahasiswa UII secara utuh.”





Suasana kemudian kembali hidup melalui penampilan UMC UII. Lagu About You dari The 1975 menjadi salah satu penampilan yang membangkitkan kembali antusiasme dan mahasiswi baru setelah melewati rangkaian acara yang panjang. Beberapa lagu lainnya turut dibawakan hingga panggung beralih pada penampilan terakhir malam itu, Kunto Aji. berbeda dengan energi yang sebelumnya dibangun UMC, lagu-lagu Kunto Aji membawa suasana menjadi lebih tenang dan melankolis. Perlahan, riuh yang memenuhi malam berubah menjadi suasana yang lebih teduh, menjadi penutup dari perjalanan panjang Pesona Ta’aruf 2026 selama tiga hari.
Liputan bersama : Dewi Rahmawati, Khrisna Adam Yustisio, Nurul Lestari Pertiwi, Bernadito Hugo Naufal