Categories Berita

Gejayan.id Diluncurkan, Hadirkan Ruang Alternatif bagi Suara Marjinal

Peluncuran media alternatif baru, Gejayan.id di Yogyakarta menghadirkan ruang jurnalisme yang lebih kritis, independen, dan berpihak pada kelompok marjinal dengan mengusung tema “Tanpa Jurnalisme, Tanpa Demokrasi” yang menjadi tonggak demokrasi 

Yogyakarta–Keadilan. Media alternatif Gejayan.id resmi diluncurkan pada pukul 16.00 WIB di Auditorium Lantai 3 Kampus Universitas Islam Indonesia Cik Ditiro. Media Peluncuran alternatif Gejaya.id ini dihadiri mahasiswa, aktivis, serta pegiat komunitas yang menaruh perhatian pada isu demokrasi dan ruang ekspresi publik.

Peluncuran ini menjadi langkah untuk menghadirkan media yang mampu mendokumentasikan sekaligus menyebarluaskan aspirasi masyarakat secara menyeluruh. Pendiri Gejayan.id, Masduki, menyebut Yogyakarta memiliki banyak gerakan sosial dan komunitas pro-demokrasi, namun belum seluruhnya mendapatkan ruang representasi yang adil di media arus utama.

“Gejayan.id ini menjadi alternatif bagi media untuk menyampaikan berita secara utuh tanpa adanya potongan isu sensitif” ujar Masduki.

Alasan mengapa mengusung tema “Tanpa Jurnalisme, Tanpa Demokrasi”, karna peluncuran ini menegaskan posisi jurnalisme sebagai tonggak utama dalam kehidupan demokratis. Masduki menilai, tanpa jurnalisme, fungsi kontrol sosial hingga penegakan hukum tidak akan berjalan secara optimal

Selain itu, Gejayan.id menawarkan pendekatan yang berbeda dibandingkan media pada umumnya. Media ini menekankan pada laporan mendalam, perspektif kritis, serta keberpihakan pada kelompok marjinal. Fokus tersebut diharapkan mampu menghadirkan narasi yang selama ini kerap terpinggirkan.

“Berita berita yang ada di gejayan.id mendalam, perspektif kritis, berpihak pada kaum marjinal yang menjadi korban tidak memberi panggung bagi orang yang mempunyai kuasa” jelasnya.

Salah satu peserta, Rey, menyambut positif kehadiran media ini. Ia berharap Gejayan.id dapat konsisten menjadi ruang bagi aspirasi mahasiswa, masyarakat marjinal, hingga buruh dan petani. Ketertarikannya hadir dalam peluncuran ini didorong oleh kebutuhan akan media yang mampu menampung suara-suara yang jarang didengar

Peluncuran ini turut melibatkan jajaran redaksi, termasuk pemimpin redaksi yang akrab disapa Mbak Pito, sebagai bagian dari komitmen menghadirkan jurnalisme yang independen dan berpihak. Melalui kehadirannya, Gejayan.id diharapkan tidak hanya menjadi kanal informasi, tetapi juga ruang perjuangan gagasan yang mendorong keadilan sosial melalui praktik jurnalisme yang kritis dan berimbang.

Liputan bersama: Dewi Rahmawati, Muhammad Akma Akhtar H dan Fabian Noor

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *