Categories Berita

Ketua LEM UII Tak Ada Respon, Kabid PSDM Minim Arahan Menuju PESTA 2026

Panitia PESTA 2026 kebingungan menentukan arah acara setelah Ketua LEM UII tidak merespons panggilan dan pesan, sementara Sekum LEM UII memberi arahan yang bertolak belakang dengan konsep yang telah disepakati panitia. 

Yogyakarta–Persiapan Pesona Ta’aruf (PESTA) 2026 yang seharusnya berjalan matang justru diwarnai komunikasi yang pincang antara panitia pelaksana dengan jajaran Badan Pengawas Harian Lembaga Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (BPH LEM UII). Staff Kom B, Nadila Putri menyebutkan bahwa Ketua LEM UII, Ali Hamza tidak merespon berbagai upaya komunikasi dari Koordinator Kom A dan Ketua SC, sementara Sekretaris Umum LEM UII justru mengeluarkan arahan yang berbeda dari konsep awal yang telah difiksasi oleh Kom A. 

Dualisme komando ini terjadi di tengah upaya Kom A selaku pengarah konsep acara yang telah menyiapkan dua skenario teknis Forum Group Discussion (FGD)  untuk pelaksanaan PESTA 2026. Pada FGD plan pertama nantinya akan melibatkan lima narasumber demisioner LEM UII hingga lima tahun ke belakang untuk hadir secara langsung mengisi sesi acara FGD. Sementara plan kedua hanya berupa pemutaran video yang ditampilkan di layar videotron dan Plan inilah yang telah disepakati Kom A yang kemudian akan diteruskan ke OC (Operational Coordinator) dari SC (Steering Committee).

Namun, upaya komunikasi untuk menentukan opsi mana yang dipilih menemui jalan buntu. Ketua SC dan Koordinator Kom A telah berulang kali berusaha menghubungi Ketua LEM UII, tetapi tidak satu pun panggilan atau pesan yang direspon. Kondisi ini membuat panitia kebingungan menentukan arah pelaksanaan acara yang sudah di depan mata.

“Kami sudah berkali-kali mencoba menghubungi, tapi sampai sekarang tidak ada jawaban sama sekali. Padahal ini menyangkut konsep acara yang harus segera diputuskan” ujar Staff Kom B, Nadila Putri.

Rabu (18/8)  Sekretaris Umum (Sekum) LEM U justru menyampaikan arahan kepada panitia untuk menggunakan plan pertama. Arahan tersebut diklaim berasal dari Ketua LEM U yang dikabarkan telah berkomunikasi terlebih dahulu dengan para demisioner. Namun, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari Ketua LEM UII terkait hal tersebut.

“Oleh karena Sekum LEM UII sudah menghubungi demisioner LEM UII dan apabila tidak direalisasikan, maka jaringan kerja yang dinaunginya akan putus dan akan berimbas ke program kerjanya” Panitia terkait menjelaskan pernyataan Sekum LEM UII.

Di sisi lain, koordinasi antar struktur kepanitiaan juga dinilai tidak berjalan seimbang. Kepala Bidang (Kabid) PSDM Jeffry Ardiansyah disebut tidak mengarahkan konsep PESTA 2026 kepada panitia sama sekali. 

“Kabid PSDM hanya terhitung jari hadir beberapa kali hanya sebatas monitoring bukan mengarahkan” Ujar Ketua SC dan Ketua OC.

Sementara Ketua Dewan Permusyawaratan Mahasiswa (DPM) UII, Troy Amirul mengungkapkan bahwa dirinya belum bisa memastikan sepenuhnya karena dari LEM UII   masih ada beberapa kali hadir. Namun, kehadirannya sebatas mendampingi atau datang saja, sehingga dari DPM UII sendiri belum bisa memverifikasi lebih lanjut terkait keterlibatannya.

Sebelumnya, dari DPM UII juga sudah meminta kejelasan lebih lanjut, tetapi komunikasi yang terjalin masih kurang. Apabila diberikan peringatan, tetap memerlukan penjelasan terlebih dahulu, minimal memberikan kesempatan kepada pihak LEM UII untuk menyampaikan tangkisan atau pembelaannya, menurutnya. 

Sejauh ini, dari DPM UII sendiri sudah menyiapkan langkah untuk memberikan SP, tetapi masih menunggu kejelasan dan penjelasan dari pihak LEM UII terlebih dahulu.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *