Categories Berita

Kognisia Festival 2026 Ajak Gen Z Menumbuhkan Sikap Kritis lewat Seni dan Diskusi

Menggabungkan diskusi, teater, dan stand up comedy. Kognisia Festival menegaskan pentingnya membangun kesadaran kritis sekaligus menantang sikap apatis di kalangan generasi muda yang gampang kehilangan daya kritis.

Yogyakarta Kognisia Festival 2026 hadir tahun ini dengan mengangkat tema “Kritis atau Apatis? Potret Kesadaran Politik Generasi Muda Indonesia”. Bertempat di Taman Budaya Yogyakarta pada Kamis (17/7/26). Lembaga Pers Mahasiswa Kognisia Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia menggelar acara yang menjadi wadah diskusi dan ruang refleksi atas maraknya fenomena politik di kalangan anak muda khususnya Gen Z di tengah dinamika politik yang semakin kompleks.

Dengan mengundang Tiyo Ardianto, Masduki, dan Naysilla Rose Fajriya Taufiq sebagai narasumber. Dalam acara tersebut para narasumber menyoroti bagaimana generasi muda memegang peranan penting dalam menentukan masa depan bangsa. Diskusi ini menekankan pentingnya membangun kesadaran kritis agar anak muda tidak hanya sekadar menjadi penonton, melainkan juga ikut berpartisipasi sebagai agen perubahan.

Selain sesi diskusi, Kognisia Festival juga menghadirkan penampilan teater dan stand up comedy, hal ini menunjukkan bahwa politik tidak harus selalu dibicarakan di atas meja dengan bahasa formal yang kaku dan membosankan, namun juga dapat dikemas melalui penampilan karya seni.

Acara ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran politik dan membuka ruang bagi generasi muda untuk lebih berani bersuara, serta menolak sikap apatis yang dapat melemahkan demokrasi. Bagi Tiyo yang dibutuhkan anak muda sekarang ialah sikap kritis.

“Untuk bersikap kritis, itu tidak butuh kecerdasan yang luar biasa, tidak butuh sudah membaca ratusan buku yang dibutuhkan adalah keberpihakan, kemauan untuk belajar, dan kerendahan hati untuk mengetahui bahwa bangsamu itu sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja” Ujar Tiyo

Dengan kesadaran kritis, Kognisia Festival ingin menegaskan bahwa masa depan politik Indonesia ada di genggaman anak muda yang sadar, peduli, dan berani mengambil sikap.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *