The Girl Who Called Lolita

0
http://lpmkeadilan.org

Judul               : Lolita

Penulis             : Vladimir Nabokov

Tahun Terbit    : Maret 2008 (Terjemahan)

Penerbit           : Serambi

Tebal Halaman : 529 halaman

“She was Lo. Plain Lo in the morning. Standing for feet ten in one sock. She was Lola in slacks. She was Dolly at school. She was Dolores on the dotted line. In my arms, she was always…. Lolita light of my life. Fire on my loins. My sin. My soul.Lolita”

Tidak semua orang benar-benar sempurna dalam hal mencintai. Banyak orang masih berpikir bahwa gangguan jiwa pedofilia merupakan suatu hal yang keji, kejam, tidak pantas, dan seharusnya dihukum. Namun bagaimana jika Dia memang mencintai seorang gadis kecil? Bagaimana jika Dia memang mencintai tulus dari dalam hati, bukan menuruti nafsu semata? Dia bukan seorang pedofil. Dia hanya menyukai salah satu gadis kecil di bawah umur.

Istilah “Lolita” merupakan penggambaran dari anak gadis berusia di bawah 12 tahun. Novel yang ditulis oleh Vladimir Nabokov ini sempat dilarang beredar di Amerika Serikat karena konten pedofilia, namun akhirnya dianggap sebagai salah satu novel terbaik sepanjang masa. Novel asli Lolita berbahasa Rusia terbit pada tahun 1955, salah satu sastra awal mula sejarah adanya seseorang pedofilia pada zaman tersebut.

Buku ini berkisah tentang pengakuan seorang profesor setengah baya bernama Humbert―nama disamarkan, Dia sangat terobsesi pada seorang gadis remaja, Dolores Haze―dalam novel ini biasa disebut Lolita. Demi bisa berdekatan dengan Lolita, Humbert menikahi ibu gadis tersebut. Hal itu tidak bertahan lama, karena timbul suatu pertengkaran yang membuat ibu tewas dalam sebuah kecelakaan. Humbert membawa anak tirinya berkelana mengelilingi Amerika Serikat dan menikmati manisnya cinta terlarangnya pada Lolita. Namun kisah cinta ini tidak semulus yang dipikirkan, sebab hal tersebut dianggap sangat tabu oleh masyarakat.

Kisah Humbert ini selalu dirundung kemuraman dan kekhawatiran karena percintaannya dengan Lolita semakin parah. Lolita lebih agresif dibandingkan Humbert, menyebabkan profesor selalu mengalah dan menuruti keinginan Lolita. Ada dua pendapat mengenai pedofil. Salah satunya mengatakan bahwa tindakan Humbert bukan sifat pedofilia. Seseorang bisa dikategorikan sebagai pedofil jika menyukai gadis atau lelaki di bawah umur. Pendapat lain juga mengatakan pedofilia ialah menyukai seseorang yang berbadan mungil atau berbadan seperti anak kecil.

Humbert yang sangat posesif menyebabkan Lolita tidak bisa mengikuti kegiatan di sekolah maupun dekat dengan teman sebayanya. Dikala keinginannya untuk terus berada di samping Lolita, gadis ini pergi meninggalkan Humbert yang akhirnya di penjara, menyerahkan diri kepada kepolisian karena dianggap pedofil. Setelah cukup lama menghilang, Lolita yang sudah menikah akhirnya bertemu kembali dengan Humbert. Lolita meninggal saat melahirkan, sedangkan sang professor sebulan sebelumnya karena penyakit yang dia derita.

Novel ini menjelaskan bahwa seseorang tidak boleh terobsesi pada sesuatu secara berlebihan. Buku tersebut juga mengajarkan untuk tidak terlalu mengucilkan seorang yang dianggap pedofil, karena mereka perlu dirangkul dan disembuhkan.

Buku ini mengandung konten seksual serta beberapa hal tersirat sehingga tidak mudah untuk memahami maksud dari penulis. Ditulis dari sudut pandang pertama sehingga kita tidak tahu kenapa Lolita dengan sifat misteriusnya tanpa alasan yang pasti lebih agresif. Kekurangan lainnya adalah bahasa dan pemikiran yang cukup berat, sehingga harus dibaca berulang kali agar dapat memahami dengan baik. Novel ini sangat bagus untuk memahami sudut pandang seseorang yang dianggap tidak bermoral sehingga kita bisa lebih memahami alasan mereka menjadi pedofil.

*Merupakan Kader LPM Keadilan Periode 2015-2016

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here