Categories Berita

Pertunjukan Teater Bumi Dharmawana Menutup D’CASE 2025: Suarakan Perlawanan atas Perusakan Hutan

Kisah tentang hutan yang dijaga masyarakat adat menutup rangkaian D’CASE 2025. Pertunjukan teater Bumi Dharmawana karya Tambalara Production menghadirkan refleksi atas relasi kuasa, alam, dan manusia di panggung Taman Budaya Embung Giwangan.

Yogyakarta–Keadilan. Selasa (23/12), pertunjukan teater oleh Tambalara Production menjadi penutup segala rangkaian acara D’CASE 2025. Pertunjukan teater yang ditampilkan di Taman Budaya Embung Giwangan ini menampilkan pertunjukan yang sangat epik. Tema Bumi Dharmawana “Tanah Hutan yang Dijaga oleh Keadilan” disesuaikan dengan tema dari acara D’CASE itu sendiri, yakni hutan. 

“Hutan itu adalah salah satu objek di dunia yang sangat menarik untuk ditampilkan di sebuah teater” ujar Tambalara Production.

Nurcholish Ramadhan selaku penulis naskah bersama Dimas duta sang sutradara mengungkapkan bahwa tema ini diambil sekaligus menjadi sindiran apa yang sedang terjadi saat ini. Situasi terkait adanya pembalakan hutan secara liar yang mengakibatkan terjadinya bencana alam yang disengajakan.  

Penambahan unsur komedi dan percintaan dalam pertunjukan teater Bumi Dharmawana menjadikan pertunjukan ini tidak terlalu monoton. “Pertunjukan ini juga dikemas dengan sedikit unsur drama percintaan supaya tidak bosan” tambah Tambalara Production.

Gibran dafa selaku salah satu pemeran dalam teater Bumi Dharmawana mengungkapkan bahwa pertunjukan ini merupakan pertunjukan terbesar pertamanya. Melalui pertunjukan ini, Gibran belajar bahwa dalam melawan pemerintahan dapat menggunakan nilai spiritual adat istiadat. 

“Bersama-sama menjaga alam yang akhirnya mendapatkan ke dharmaan” tambahnya.

Persiapan pementasan yang memakan waktu sekitar satu bulan ini dipersiapkan dengan sangat matang. Tambalara Production melakukan riset terkait permasalahan hutan apa saja yang akan diangkat, termasuk melakukan riset bagaimana cara masyarakat adat menjaga alamnya. Pertunjukan ini sekaligus menjadi media bagi Tambalara Production untuk melakukan perlawanan terhadap aksi pemerintah terkait penebangan hutan besar-besaran.  

Dilihat dari segi pelaku atau aktor, Pertunjukan Bumi Dharmawana sendiri mencoba menyampaikan gagasan secara halus serta tidak konfrontatif. Bagaimana caranya pertunjukan Bumi Dharmawana dapat sedikit mempengaruhi pendapat-pendapat masyarakat terkait isu lingkunga yang sedang dihadapi saat ini. 

Terakhir, Tambalara Production menyampaikan harapannya kepada D’CASE kedepannya untuk bisa terus merespon isu-isu yang sedang terjadi. Tak hanya itu, Tambalara Production juga menambahkan harapan yang sama kepada teman-teman dari Fakultas Hukum untuk bisa lebih dekat dengan isu lingkungan yang sedang terjadi saat ini.

Liputan Bersama: Dewi Rahmawati

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *